Ada banyak cara untuk membuktikan bahwa seseorang ada.
Nama tercatat dalam akta kelahiran. Wajah tersimpan dalam database. Alamat mengikuti kartu identitas. Nomor tertentu menghubungkan tubuh dengan rekening, pekerjaan, pajak, asuransi, pendidikan, perjalanan, dan hampir semua sistem yang membutuhkan kepastian tentang siapa yang sedang berdiri di hadapannya.
Dalam pengertian administratif, kita mungkin menjadi generasi yang paling terdokumentasi dalam sejarah.
Anehnya, dokumentasi yang semakin lengkap tidak selalu membuat seseorang merasa semakin dikenali.
Ada jarak antara being registered dan being understood.
Neo Republica tertarik pada jarak itu.
Kami menyebut orang yang hidup di dalamnya sebagai the unregistered citizen.
Bukan seseorang tanpa dokumen.
Seseorang yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh dokumen yang dimilikinya.
THE FORM
Bayangkan sebuah formulir.
Setiap kotak membutuhkan jawaban.
Nama.
Jenis kelamin.
Tempat lahir.
Kebangsaan.
Pekerjaan.
Alamat.
Status.
Kotak kosong dianggap masalah karena sebuah sistem hanya dapat memproses apa yang berhasil dibuat eksplisit.
Tidak ada kolom untuk:
Tempat di mana Anda merasa menjadi diri sendiri.
Tidak ada pilihan untuk:
Komunitas yang Anda tinggalkan tetapi masih membentuk cara Anda berpikir.
Tidak pernah muncul pertanyaan:
Berapa kali Anda harus menjadi orang yang berbeda agar dapat bertahan di tempat yang berbeda?
Formulir tidak bersalah.
Ia memang tidak pernah dirancang untuk memahami seluruh manusia.
Masalah dimulai ketika kita lupa akan keterbatasan tersebut, lalu menggunakan kategori administratif seolah-olah kategori itu merupakan deskripsi lengkap seseorang.
Manusia perlahan berubah menjadi kumpulan field.
Apa yang tidak memiliki field sendiri menjadi sulit dibaca.
Apa yang sulit dibaca sering dianggap tidak penting.
LEGIBLE
Institusi menyukai manusia yang dapat dibaca.
Bukan dalam arti moral.
Dalam arti operasional.
Sistem perlu mengetahui ke mana surat harus dikirim, siapa yang berhak masuk, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang memenuhi syarat, dan kategori mana yang menentukan prosedur berikutnya.
Keterbacaan memungkinkan dunia dalam skala besar bekerja.
Rumah sakit membutuhkannya.
Bandara membutuhkannya.
Sekolah membutuhkannya.
Negara membutuhkannya.
Perusahaan juga.
Namun manusia sering membawa sesuatu yang tidak cocok dengan kebutuhan tersebut.
Identitas dapat berubah lebih cepat daripada database.
Rumah bisa menjadi tempat yang tidak pernah tercantum sebagai alamat.
Bahasa pertama seseorang belum tentu bahasa yang paling mampu menjelaskan pikirannya.
Pekerjaan bisa menjelaskan cara ia membayar sewa tanpa memberi tahu apa pun tentang siapa dirinya.
Kebangsaan menunjukkan yurisdiksi.
Tidak selalu belonging.
Di titik tertentu, kebutuhan sistem untuk membuat kita terbaca bertemu dengan ketidakmampuan manusia untuk tetap sederhana.
Di sanalah friksi dimulai.
THE APPROVED VERSION OF YOU
Sebagian besar dari kita belajar cukup cepat bahwa lingkungan berbeda membutuhkan versi diri yang berbeda.
Ada versi untuk keluarga.
Versi untuk kantor.
Versi untuk teman lama.
Versi untuk orang yang baru dikenal.
Versi yang muncul ketika berbicara menggunakan bahasa tertentu.
Versi yang mengetahui kapan harus diam.
Ini bukan selalu kebohongan.
Manusia memang kontekstual.
Namun ada perbedaan antara beradaptasi dan terus menerjemahkan diri agar dapat diterima.
Seseorang dapat menghabiskan bertahun-tahun melakukan hal kedua tanpa menyadarinya.
Sedikit mengubah cara berbicara.
Sedikit menurunkan volume.
Sedikit menyembunyikan minat.
Sedikit merapikan sejarah.
Sedikit membuang bagian yang terlalu sulit dijelaskan.
Tidak ada satu perubahan besar.
Hanya serangkaian koreksi kecil sampai versi yang dianggap dapat diterima mulai terasa lebih nyata daripada orang yang dikoreksi.
Sistem sosial memiliki formulirnya sendiri.
Tidak dicetak di atas kertas, tetapi kotaknya tetap ada.
BELONGING
Belonging sering dibicarakan seperti kepemilikan.
Seolah manusia seharusnya dapat menunjuk satu tempat dan mengatakan:
Ini kelompok saya.
Untuk sebagian orang, itu mudah.
Bagi yang lain, jawabannya berubah tergantung hari, kota, bahasa, atau siapa yang sedang bertanya.
Mereka terlalu berbeda untuk tempat asalnya.
Terlalu berasal dari tempat asal untuk dianggap sepenuhnya bagian dari tempat baru.
Terlalu serius untuk satu komunitas.
Terlalu tidak disiplin untuk komunitas lainnya.
Mereka bisa hadir di banyak ruang tanpa pernah sepenuhnya menjadi bagian dari salah satunya.
Kondisi tersebut sering disebut kebingungan identitas.
Mungkin istilah itu terlalu cepat.
Tidak semua ketidakcocokan membutuhkan penyembuhan.
Terkadang kategori yang tersedia memang terlalu sempit.
THE OUTSIDER
Kultur menyukai outsider setelah outsider berhasil.
Sebelumnya, ia biasanya hanya dianggap aneh.
Musik yang kemudian disebut berpengaruh pernah terdengar seperti noise.
Pakaian yang akhirnya masuk museum pernah dianggap tidak pantas.
Bahasa visual yang sekarang dipelajari di sekolah desain pernah dibuat dengan bahan murah oleh orang yang tidak memiliki akses ke percetakan yang lebih baik.
Sejarah memiliki kebiasaan merapikan ketidaknyamanan setelah ancamannya hilang.
Outsider berubah menjadi pioneer.
Gangguan menjadi movement.
Kesalahan menjadi aesthetic.
Kemudian pasar memproduksi ulang semuanya dalam ukuran yang tersedia dari S sampai XXL.
Ada sesuatu yang hampir lucu dalam proses itu.
Masyarakat membutuhkan orang-orang yang tidak cocok agar kultur dapat bergerak, tetapi sering baru memberi mereka tempat setelah perbedaan tersebut cukup aman untuk dikonsumsi.
The unregistered citizen hidup sebelum tahap perapian itu.
Ketika tidak cocok masih berarti tidak cocok.
CLASSIFICATION
Klasifikasi bukan musuh.
Tanpanya, banyak hal tidak akan berjalan.
Masalahnya adalah kecenderungan kita mengubah alat menjadi realitas.
Sebut seseorang consumer, lalu perilakunya menjadi data pembelian.
Sebut seseorang employee, lalu nilainya mudah menyusut menjadi output.
Sebut seseorang demographic, lalu pengalaman yang kompleks bisa disederhanakan menjadi persentase.
Sebut seseorang target audience, kemudian keinginannya mulai terlihat seperti peluang konversi.
Setiap kata menangkap sesuatu.
Setiap kata juga membuang sesuatu.
Neo Republica tidak tertarik menghapus kategori.
Kami hanya tidak percaya bahwa kategori harus mendapatkan kata terakhir.
UNREGISTERED DOES NOT MEAN INVISIBLE
Ada perbedaan penting.
Menolak klasifikasi bukan berarti ingin menghilang.
Banyak orang justru menginginkan kebalikannya.
Mereka ingin terlihat tanpa harus terlebih dahulu menyederhanakan diri.
Mereka ingin berada di sebuah tempat tanpa membuktikan bahwa mereka pantas berada di sana.
Mereka ingin memakai sesuatu tanpa harus bergabung dengan tribe yang diasosiasikan dengannya.
Mereka ingin berubah pikiran tanpa dianggap mengkhianati versi dirinya yang lama.
Mereka ingin memiliki kontradiksi.
Keinginan tersebut terdengar sederhana sampai kita menyadari berapa banyak sistem sosial bergantung pada konsistensi.
Kami ingin tahu siapa Anda.
Kami lebih nyaman apabila jawabannya tetap sama.
IDENTITY AS TERRITORY
Barangkali identitas lebih tepat dipahami sebagai territory daripada label.
Sebuah wilayah memiliki pusat, pinggiran, jalan masuk, area yang belum dipetakan, dan batas yang berubah karena waktu.
Sebagian wilayah sangat dikenal.
Bagian lain jarang dikunjungi.
Tidak semua orang mendapatkan akses yang sama.
Beberapa bagian bahkan baru ditemukan setelah kita meninggalkan tempat yang selama ini dianggap rumah.
Dalam pengertian itu, manusia tidak pernah benar-benar selesai didaftarkan.
Peta selalu tertinggal dari wilayahnya.
Dokumen selalu datang setelah kehidupan terjadi.
Nama selalu lebih kecil daripada orang yang membawanya.
THE UNREGISTERED CONDITION
Unregistered bukan status hukum dalam konteks ini.
Ia adalah kondisi budaya.
Kondisi ketika seseorang tercatat tetapi tidak terwakili.
Terlihat tetapi salah dibaca.
Memiliki rumah tetapi tidak merasa pulang.
Berada di dalam struktur tanpa merasa dibentuk sepenuhnya olehnya.
Kadang kondisi tersebut melelahkan.
Pada kesempatan lain, justru di situlah kebebasan muncul.
Orang yang tidak sepenuhnya dimiliki satu kelompok dapat melihat kelompok itu dari luar.
Seseorang yang pernah hidup di antara dua dunia mengetahui bahwa aturan yang dianggap alami oleh satu sisi sering terlihat sangat dibuat-buat dari sisi lainnya.
Jarak menciptakan friksi.
Ia juga menciptakan perspektif.
Tidak ada jaminan outsider selalu melihat lebih jelas.
Namun ia hampir selalu melihat sesuatu yang berbeda.
NO APPLICATION REQUIRED
Neo Republica tidak ingin membuat kategori baru untuk orang-orang yang lelah dikategorikan.
Itu akan menjadi lelucon yang terlalu mudah.
The Unregistered Citizen bukan membership.
Tidak ada syarat untuk masuk.
Tidak ada dress code.
Tidak ada deklarasi kesetiaan.
Tidak ada kartu yang mengatakan bahwa sekarang Anda resmi menjadi seseorang yang tidak membutuhkan kartu.
Istilah itu hanya memberi nama sementara pada sebuah kondisi yang sudah lama ada.
Bagi orang yang hidup di antaranya.
Bagi mereka yang pernah melihat sebuah pilihan berisi dua kotak dan merasa jawaban sebenarnya berada di luar keduanya.
Bagi mereka yang memahami bahwa home dapat berarti lebih dari alamat.
Bagi mereka yang pernah diterima tetapi tetap tidak merasa termasuk.
Bagi siapa pun yang tidak ingin hidupnya dipaksa menjadi satu jawaban final.
Mungkin masyarakat akan selalu membutuhkan kategori.
Mungkin manusia akan selalu melampauinya.
Ketegangan itu tidak perlu diselesaikan.
Cukup jangan salah mengira formulir sebagai orangnya.
THE UNREGISTERED CITIZEN
REGISTERED BY SYSTEM.
UNDEFINED BY CHOICE.




